Hukum Mencukur Jenggot dalam Islam. Benarkah Haram dan Dosa Besar?

Elmi Rahmatika
Elmi Rahmatika

Sebagai muslim, para pria dianjurkan untuk memelihara janggut sebagai salah satu sunah yang dicontohkan Nabi Saw. Lantas, bagaimana hukum mencukur jenggot dalam Islam?

Jenggot adalah bulu pada permukaan wajah yang tumbuh di sekitar dagu dan pipi pria.

Mengingat di Islam memelihara janggut termasuk sunah, maka tak heran bila banyak orang muslim yang kemudian mengikutinya.

Apalagi kalau melihat tokoh-tokoh muslim seperti ustaz atau ulama, mereka sangat menganjurkan para umatnya untuk turut serta memelihara janggut.

Di banyak kebudayaan di dunia, janggut bahkan dianggap sebagai sebuah simbol kebanggaan sekaligus keperkasaan.

Bahkan, ada juga yang sampai melarang untuk mencukur janggut karena menganggap hal tersebut sebagai sebuah pelanggaran.

Larangan seperti ini sempat viral di tahun 2021 karena diberlakukan secara keras oleh Taliban di Afghanistan dengan dalih menerapkan hukum Islam.

Tidak bisa dipungkiri, memang banyak kaum muslim yang mengadopsi mentah-mentah pemahaman terkait larangan mencukur janggut ini.

Memangnya, seperti apa sih hukum mencukur jenggot dalam Islam yang sebenarnya?

Yuk, simak hukum mencukur jenggot dalam Islam menurut beberapa pandangan di bawah ini.

Dalil Mengenai Anjuran Memelihara Janggut

Janggut adalah salah satu bagian tubuh yang sangat penting dalam Islam sehingga laki-laki muslim dianjurkan untuk memelihara janggut dan merawatnya.

Hal ini terlihat jelas dalam sejumlah hadis sahih yang membahas soal janggut.

“Dari Ibnu Umar RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Berbedalah dengan orang-orang musyrik. Panjangkanlah jenggot dan potonglah kumis.” (HR. Bukhari)

“Dari Abi Hurairah RA bahwa Rasulullah bersabda, “Pendekkan kumis dan panjangkan jenggot, berbedalah kalian dari orang-orang majusi’.” (HR. Muslim)

“Dari Aisyah RA dari Nabi SAW: Ada sepuluh perkara yang termasuk fitrah, di antaranya memanjangkan jenggot,” (HR. Muslim)

Meskipun begitu, para ulama memiliki silang pendapat terkait hukum memelihara janggut apakah menjadi wajib, sunah, atau mubah.

Bagaimana Hukum Mencukur Jenggot dalam Islam?

Kenapa Tidak Boleh Mencukur Jenggot Dalam Islam
Sumber: Freepik.cOm/Tonodiaz

Terlepas dari perbedaan pendapat para ulama mengenai hukum memelihara janggut, ternyata banyak ulama yang memiliki pandangan sama terkait hukum mencukur jenggot.

Mazhab Hanafi, mazhab Maliki, dan mazhab Hambali sebagai tiga mazhab besar dengan tegas mengatakan bahwa haram hukumnya mencukur jenggot hingga habis.

Mazhab Hambali dengan tegas melarang mencukur jenggot.

Menurut mazhab Maliki, selain haram mencukur jenggot, pelakunya pun bahkan harus diberikan hukuman.

Sedangkan menurut mazhab Syafii, mencukur janggut tidaklah haram tetapi lebih bersifat makruh saja.

Apakah Mencukur Jenggot Dosa Besar?

Di sisi lain, banyak juga yang bertanya, apakah mencukur jenggot termasuk dosa besar atau tidak dalam Islam?

Terkait hal ini, jika ditelusuri sebetulnya ada dua pendapat dari para ulama.

Pertama, sebagian ulama berpendapat bahwa mencukur jenggot bukan dosa besar tetapi dosa kecil.

Pendapat sebagian ulama lainnya menyebutkan bahwa mencukur jenggot termasuk dosa besar karena orang tersebut menyerupai orang majusi dan musyrik.

Oleh karena itu, menurut pendapat kedua ini orang yang mencukur jenggot akan mendapatkan ancaman berupa siksaan.

Fatwa yang menyebut mencukur janggut termasuk dosa besar salah satunya disampaikan oleh Syekh Muhammad bin Ibrohim Ali Syekh.

“Barang siapa yang mencukur jenggotnya setelah mengetahui hukumnya dan terus menerus melakukan hal itu, maka perilakunya termasuk dosa besar,” (Fatawa Wa Rasail Syekh Muhammad bin Ibrohim, 2/54).

Menurut catatan islamanswers.co.uk, mazhab Hanafi bahkan mengibaratkan memotong janggut bagi pria dan memotong rambut bagi wanita sebuah sebuah tindakan mutilasi (Muthlah).

Kenapa Tidak Boleh Mencukur Jenggot dalam Islam?

Ustaz Syafiq Riza Basalamah
Sumber: Youtube.cOm/Syafiq Riza Basalamah Official

Rasulullah Saw memang menganjurkan umat muslim untuk memelihara janggutnya dan tidak memotongnya.

Lantas, kenapa tidak boleh mencukur jenggot dalam Islam?

Abdul Syukur al-Azizi lewat bukunya Islam Itu Ilmiah punya jawaban yang menarik.

Menurutnya, makna di balik aturan ini yaitu agar umat muslim memiliki identitas yang khas dan berbeda dengan kaum musyrik, majusi, yahudi, serta nasrani, termasuk dari segi penampilan.

Dalam youtube pribadinya, Ustaz Syafiq Riza Basalamah, M. A. pun menyampaikan pandangan yang serupa.

Menurut Ustaz Syafiq, alasan kenapa umat Islam tidak boleh mencukur jenggot bisa juga dililhat dari segi ketaatan menuruti perintah.

“Beliau (Rasulullah) memerintahkan kepada kita untuk membiarkan jenggot itu. Kalau bicara hukum fiqih, (bisa) panjang. Tapi kita sebagai seorang muslim itu, kalau ada perintah, (sebaiknya) laksanakan semampu kita,” ujar Ustaz Syafiq dalam video berjudul “Hukum Memotong Jenggot” sebagaimana dikutip oleh Detik.com, Senin (27/9/2021).

Lebih lanjut, Ustaz Syafiq menyebutkan bahwa yang berat bukanlah ketidakmampuan kita, tetapi karena ketidakmauan kita  mengikuti hukum memotong jenggot dalam Islam.

Itulah bahasan mengenai hukum memotong jenggot menurut berbagai pandangan ulama.

Sebagai umat muslim, kita harus meyakini bahwa ada manfaat punya jenggot sehingga hal ini dianjurkan oleh Rasulullah Saw.

Kalau kamu belum punya jenggot, yuk segera tumbuhkan dengan bantuan produk Maaz Beard.

Produk penumbuh jenggot dan brewok dari dari Maaz.id terbukti ampuh dan tepercaya!

Jurnal perjalanan menumbuhkan brewok

Artikel, cerita, dan panduan untuk menemanimu dalam perjalanan menumbuhkan dan merawat brewok idaman.